Saling Berdebat Menyebabkan Hilangnya Kekuatan

0marah0marah

 

Salah satu rahasia penting dari Allah yang diungkapkan kepada orang-orang beriman adalah supaya tidak berdebat. Jika saling berdebat, kekuatan mereka akan hilang dan hati mereka akan menjadi lemah. Adapun ayat yang membicarakan masalah tersebut adalah sebagai berikut:

 

وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَا تَنَازَعُوا فَتَفْشَلُوا وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ ۖ وَاصْبِرُوا ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

“Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Anfaal : 46)

Continue reading

Hukum Mengucapkan Selamat Hari Natal

406625_360989510662830_1299246717_n

 

Pendahuluan

Artikel ini adalah lanjutan catatan kecil saya dgn judul “Pengucapan Selamat Natal : Antara Toleransi dan Akidah”.

Pada catatan kecil tersebut saya bahas hanya sekilas dan “to-the-point”, namun tidak lupa menggunakan dalil-dalil yang jelas, bahkan saya mengutip dalil/fakta dari kedua sisi, baik dari Islam maupun di luar Islam.

Continue reading

Tanya-Jawab 20-12-2012

Sedikit Nasihat Bersama :

Belajar Agama itu fardu ‘ain, sedangkan belajar dunia itu fardu kifayah.

Karena belajar ilmu dunia tidak akan menyelamatkan kita Dunia-Akhirat, namun hanya dunia saja, tapi apabila belajar Agama, insyaAllah akan menyelamatkan kita Dunia-Akhirat, karena agama Islam sendiri mewajibkan mempelajari ilmu Dunia dan keseimbangan Dunia-Akhirat.

Jangan marah, jangan benci bila diingatkan, karena marah dan benci ketika dinasehati adalah dikarenakan kerasnya hati, sama halnya ketika dahulu Fir’aun laknatullah dinasehati para Nabi, Allah mengeraskan hatinya, sehingga dia (Fir’aun) tidak dapat menerima hidayah dari Allah SWT.

 

Saya hanya menyampaikan semaksimal mungkin, hingga fulan paham benar, karena saya sayang pada saudara muslim dan muslimah, egois rasanya bila saya membiarkan saudara saya dalam jalan yang salah apalagi yang perkara ancamannya kekafiran,

 

كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah..” (QS. Ali-Imran :110)

 

وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ ۚ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ

“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar..”(QS. At-Taubah: 71)

 

Continue reading

Al-Qur’an Berbicara Dari Mana Besi Berasal

Besi adalah salah satu unsur yang disorot dalam Al Qur’an. Dalam Surat Al-Hadid (yang berarti besi) kita sudah diberitahu sejak lama:

 

وَأَنزَلْنَا الْحَدِيدَ فِيهِ بَأْسٌ شَدِيدٌ وَمَنَافِعُ لِلنَّاسِ وَلِيَعْلَمَ اللَّهُ مَن يَنصُرُهُ وَرُسُلَهُ بِالْغَيْبِ ۚ إِنَّ اللَّهَ قَوِيٌّ عَزِيزٌ

 

“..Dan Kami turunkan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, (supaya mereka mempergunakan besi itu) dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)Nya dan rasul-rasul-Nya padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa.” (QS Al-Hadid : 25)

 

Kata “anzalnaa” yang berarti “kami turunkan” khusus digunakan untuk besi dalam ayat ini, dapat diartikan secara kiasan untuk menjelaskan bahwa besi diciptakan untuk memberi manfaat bagi manusia. Tapi ketika kita mempertimbangkan makna harfiah kata ini, yakni “secara bendawi diturunkan dari langit”, kita akan menyadari bahwa ayat ini memiliki keajaiban ilmiah yang sangat penting.

Ini dikarenakan penemuan astronomi modern telah mengungkap bahwa logam besi yang ditemukan di bumi kita berasal dari bintang-bintang raksasa di angkasa luar.

Continue reading

Allah Mengaruniakan Pemahaman Kepada Orang-Orang Yang Bertaqwa

HarunYahyaTurkey

 

Rahasia lain yang diungkapkan dalam al-Quran adalah bahwa Allah memberikan kemampuan kepada orang-orang yang beriman kemampuan untuk membedakan antara yang benar dan yang salah. Hal ini disebut sebagai hikmah. Allah menceritakan rahasia ini dalam Surat al-Anfal sebagai berikut:

 

 

 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن تَتَّقُوا اللَّهَ يَجْعَل لَّكُمْ فُرْقَانًا وَيُكَفِّرْ عَنكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ

 

“Hai orang-orang beriman, jika kamu bertakwa kepada Allah, Kami akan memberikan kepadamu Furqaan. Dan kami akan jauhkan dirimu dari kesalahan-kesalahanmu, dan mengampuni (dosa-dosa)mu. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.”(QS. Al-Anfaal: 29)

Continue reading

Allah Mengaburkan Pemahaman Orang-Orang Kafir

dombaJika orang-orang kafir tidak dapat memahami al-Quran, ini merupakan rahasia yang sangat penting yang dijelaskan dalam al-Quran. Sesungguhnya ini merupakan rahasia penting, karena al-Quran itu merupakan kitab yang sangat jelas, mudah, dan sederhana. Siapa pun yang mau dapat membaca al-Quran dan mengkaji firman Allah tentang akhlak terpuji yang diridhai-Nya, keadaan surga dan neraka, dan tentang berbagai rahasia yang juga diketengahkan dalam kitab ini.

Meskipun hukum-hukum Allah tersebut tidak terbantahkan, sebagian orang tidak mampu memahami al-Quran, sekalipun telah sangat jelas. Di samping itu, orang-orang seperti insinyur nuklir atau profesor biologi, yang dapat memahami cabang-cabang sains yang rumit seperti fisika, kimia, atau matematika, dan mampu memahami Budhisme, Hinduisme, Shintoisme, materialisme atau komunisme, anehnya mereka tidak mampu memahami al-Quran. Orang-orang yang berpegang pada sistem non-al-Quran yang rumit tersebut bagaimanapun tidak dapat memahami agama Allah yang jelas dan mudah, bahkan mereka juga tidak mampu memahami persoalan-persoalan yang jelas yang terkandung di dalamnya.

Continue reading

Hanya dengan Berdzikir, Hati menjadi Tenang

Muslim Child in Dua'

Semua manusia yang hidup di muka bumi mencari jalan untuk memperoleh kebahagiaan hakiki. Harapan ditumpahkan untuk mencapai tujuan memperoleh kebahagiaan. Sebagian orang mencari kebahagiaan melalui gaya hidup yang mewah, sebagian lainnya melalui pekerjaan yang bergengsi, perkawinan yang indah, bedah plastik, dan gelar akademis.

Namun, jika tujuan itu telah tercapai, semua kebahagiaan seperti itu hanyalah bersifat sementara. Atau sering kali tidak ada kegembiraan atau kepuasan sama sekali setelah semuanya itu diperoleh. Bagaimanapun, tak seorang pun di muka bumi ini yang akan mencapai kebahagiaan sejati melalui cara-cara tersebut. Terdapat beberapa hal yang mengganggu atau membuat bosan orang yang mempercayai bahwa tujuan dalam mencapai kebahagiaan hakiki telah tercapai.

Continue reading